Kalau sama-sama hijau dan berasal dari daun teh, berarti matcha dan green tea sama, kan?
Jawaban singkatnya: matcha termasuk kategori green tea, tetapi tidak semua green tea adalah matcha.
Keduanya berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis. Namun, matcha memiliki proses penanaman, pengolahan, bentuk, rasa, dan cara penyajian yang berbeda dari green tea seduh biasa.
Sederhananya, green tea adalah kategori besarnya. Matcha adalah salah satu jenis di dalam kategori tersebut.
Apa Itu Green Tea?
Green tea atau teh hijau merupakan kategori teh yang proses oksidasinya dihentikan setelah daun dipanen. Hasilnya bisa hadir dalam berbagai bentuk dan karakter rasa.
Beberapa jenis green tea Jepang yang cukup dikenal adalah:
Sencha
Gyokuro
Genmaicha
Bancha
Matcha
Kebanyakan green tea dinikmati dengan cara menyeduh daun menggunakan air panas. Setelah rasanya keluar, daun teh dipisahkan dan hanya air seduhannya yang diminum.
Apa Itu Matcha?
Matcha adalah teh hijau Jepang berbentuk bubuk sangat halus.
Secara tradisional, matcha dibuat dari daun teh yang diproses menjadi tencha. Tanaman tehnya dinaungi sebelum dipanen, kemudian daunnya dikukus, dikeringkan tanpa digulung, dan digiling hingga menjadi bubuk.
Kementerian Pertanian Jepang juga menjelaskan matcha sebagai tencha yang digiling menjadi bubuk.
Karena bubuk matcha langsung dicampurkan ke dalam air atau susu, kita mengonsumsi bagian daun tehnya—bukan hanya air hasil seduhannya.
Jadi, Matcha Bukan Green Tea yang Diblender?
Betul. Matcha bukan sekadar daun green tea biasa yang dimasukkan ke blender.
Matcha memiliki proses produksi yang lebih spesifik, mulai dari peneduhan tanaman hingga pengolahan daun menjadi tencha sebelum digiling.
Karena itu, green tea powder belum tentu matcha.
Ada bubuk teh hijau yang dibuat dari daun sencha atau jenis teh lain. Bentuknya memang sama-sama bubuk dan warnanya sama-sama hijau, tetapi aroma, rasa, tekstur, serta penggunaannya dapat berbeda.
Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa harga matcha asli umumnya lebih tinggi dibandingkan bubuk green tea biasa.
Bagaimana dengan Green Tea Latte?
Nah, bagian ini memang sering membingungkan.
Di Indonesia, istilah green tea latte kadang digunakan untuk minuman berbahan matcha. Namun, ada juga green tea latte yang dibuat menggunakan premix berisi teh hijau, gula, krimer, pewarna, atau perisa tambahan.
Jadi, nama menu saja belum tentu menjelaskan bahan yang digunakan.
Cara paling mudah untuk memastikannya adalah dengan melihat komposisi bubuknya:
Matcha murni biasanya hanya mencantumkan matcha atau Japanese green tea powder.
Premix biasanya sudah mengandung gula, krimer, susu bubuk, atau perisa.
Green tea powder belum tentu diproses sebagai matcha.
Kalau bubuknya sudah terasa sangat manis sebelum ditambahkan susu atau gula, kemungkinan besar itu merupakan premix.
Bagaimana Perbedaan Rasanya?
Green tea seduh biasanya terasa lebih ringan, segar, dan sedikit sepat. Karena hanya hasil ekstraksi daun yang diminum, teksturnya juga lebih tipis.
Matcha memiliki rasa yang lebih padat. Matcha yang baik dapat memberikan kombinasi rasa:
Umami
Vegetal
Sedikit manis alami
Bitterness yang seimbang
Aftertaste yang lebih panjang
Matcha juga memiliki tekstur lebih tebal karena bubuk tehnya ikut berada di dalam minuman.
Namun, matcha yang bagus bukan berarti harus sama sekali tidak pahit. Sedikit bitterness dan astringency tetap merupakan bagian dari karakter teh. Yang dicari adalah keseimbangan, bukan sekadar warna hijau terang.
Mana yang Lebih Cocok untuk Latte?
Untuk latte, matcha biasanya lebih cocok karena rasanya lebih intens dan dapat tetap terasa setelah dicampur susu.
Namun, tidak semua matcha akan menghasilkan latte yang sama.
Ada matcha yang nikmat diminum langsung dengan air, tetapi karakternya menjadi terlalu lembut ketika dicampur susu. Sebaliknya, ada matcha yang memiliki bitterness dan aroma lebih kuat sehingga justru terasa seimbang dalam latte.
Catatan dari Umatcha
Dalam memilih matcha untuk café atau bisnis minuman, jangan hanya mencari matcha yang paling mahal atau paling hijau.
Matcha yang tepat adalah matcha yang sesuai dengan resep akhir.
Untuk matcha latte, perhatikan apakah rasa tehnya masih muncul setelah dicampur susu, gula, es, atau bahan lainnya. Untuk gelato dan bakery, matcha juga membutuhkan kekuatan rasa serta warna yang berbeda.
Itulah mengapa pemilihan matcha sebaiknya dilakukan berdasarkan penggunaan, bukan hanya berdasarkan istilah seperti premium atau ceremonial.
Jadi, Matcha dan Green Tea Sama atau Tidak?
Matcha adalah bagian dari keluarga green tea, tetapi keduanya bukan produk yang sepenuhnya sama.
Green tea adalah kategori besar teh hijau. Matcha adalah salah satu jenis green tea yang dibuat melalui proses khusus dan dikonsumsi dalam bentuk bubuk.
Cara paling mudah mengingatnya:
Semua matcha adalah green tea, tetapi tidak semua green tea adalah matcha.
Jadi, ketika menemukan minuman hijau di café, jangan langsung menganggapnya sebagai matcha. Periksa bahan, rasa, dan jenis bubuk yang digunakan.
Cari Matcha untuk Minuman atau Bisnis?
Umatcha menyediakan pilihan matcha Jepang untuk berbagai kebutuhan, mulai dari konsumsi pribadi, matcha latte, café, restoran, gelato, hingga bakery.
Setiap produk memiliki karakter warna, aroma, umami, dan tingkat bitterness yang berbeda. Tim Umatcha dapat membantu memilih produk yang paling sesuai dengan resep dan target rasa Anda.
Temukan matcha yang tepat untuk kebutuhanmu bersama Umatcha.
Umatcha — Dari Jepang Sumpah.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah matcha sama dengan green tea?
Matcha merupakan salah satu jenis green tea. Namun, matcha diproses dan disajikan dengan cara yang berbeda dari green tea seduh biasa.
Apakah green tea powder sama dengan matcha?
Belum tentu. Green tea powder adalah istilah umum untuk teh hijau bubuk, sedangkan matcha secara tradisional dibuat dari daun yang diproses menjadi tencha.
Apakah green tea latte menggunakan matcha?
Sebagian menggunakan matcha, tetapi sebagian lainnya menggunakan green tea powder atau premix yang sudah dicampur gula, krimer, dan perisa.
Mengapa matcha lebih mahal?
Produksi matcha membutuhkan proses penanaman, peneduhan, pemilihan daun, pengolahan menjadi tencha, penggilingan, serta penyimpanan yang lebih khusus.
Matcha apa yang cocok untuk latte?
Pilih matcha dengan rasa teh yang cukup kuat agar tetap terasa setelah dicampur susu, gula, dan es. Matcha paling mahal belum tentu menjadi pilihan paling efektif untuk latte.
