Matcha Ada Kafeinnya? Dibanding Coffee, Mana yang Lebih Kuat?

Banyak orang memilih matcha karena merasa ini adalah alternatif yang “lebih ringan” daripada coffee.

Padahal, ada satu hal yang sering terlewat:

Matcha juga mengandung kafein.

Begitu tahu ada kafeinnya, pertanyaan berikutnya biasanya langsung muncul:

Kalau dibanding coffee, mana yang lebih kuat? Matcha atau coffee?

Jawaban singkatnya: tergantung cara membandingkannya.

Kalau perbandingannya dibuat secara fair, misalnya antara cappuccino double shot dan matcha latte Umatcha dengan 4.5 gram matcha dan 130–140 gram susu, hasilnya ternyata cukup menarik:

Kafein matcha latte bisa mendekati cappuccino double shot, dan dalam beberapa kasus bisa berada di kisaran yang mirip.

Jadi, matcha bukan minuman “tanpa kafein”, dan tidak selalu jauh lebih ringan daripada coffee.

Pertama, Matcha Memang Punya Kafein

Ini penting untuk ditegaskan dulu.

Karena matcha sering diasosiasikan dengan teh, banyak orang mengira kandungan kafeinnya pasti rendah. Ada juga yang menganggap matcha hampir seperti minuman herbal.

Padahal tidak begitu.

Matcha dibuat dari daun teh yang digiling sangat halus, lalu bubuknya ikut diminum bersama air atau susu. Artinya, kita bukan hanya menikmati hasil seduhan, tetapi benar-benar mengonsumsi bubuk daun tehnya.

Karena itu, matcha tetap memberikan asupan kafein yang nyata.

Perbandingan yang Fair: Matcha vs Coffee

Kalau mau membandingkan kafein matcha dan coffee, perbandingannya harus adil.

Untuk artikel ini, kita pakai dua minuman yang lebih masuk akal untuk dibandingkan secara head to head:

1. Cappuccino Double Shot

Umumnya terdiri dari:

  • 2 shot espresso

  • +-130gr susu steamed dan foam

Perkiraan kandungan kafein:

  • sekitar 120–140 mg

2. Matcha Latte Umatcha

Resep yang kita pakai:

  • 4.5 gram matcha

  • 130gr susu

Perkiraan kandungan kafein:

  • sekitar 90–140 mg, tergantung jenis dan karakter matcha yang digunakan

Jadi, Mana yang Lebih Kuat?

Kalau melihat angka di atas, jawabannya bukan hitam-putih.

Secara kasar:

  • Cappuccino double shot sering berada di kisaran sedikit lebih tinggi atau setara

  • Matcha latte Umatcha 4.5 gram bisa berada di kisaran dekat, dan pada beberapa matcha bisa terasa cukup strong

Artinya:

Kalau kamu minum matcha latte 4.5 gram, jangan menganggap itu minuman rendah kafein.

Bahkan, untuk sebagian orang, efeknya bisa terasa cukup signifikan—apalagi kalau biasanya mereka mengira matcha itu “aman” seperti minuman santai biasa.

Kenapa Feeling-nya Sering Berbeda?

Ini juga menarik.

Walaupun kadar kafeinnya bisa mirip, sensasi yang dirasakan orang saat minum matcha dan coffee sering berbeda.

Kopi biasanya terasa:

  • lebih cepat “nendang”

  • lebih direct

  • lebih tegas dari awal

Sementara matcha sering terasa:

  • lebih smooth

  • lebih steady

  • tidak selalu terasa seagresif kopi di awal

Hal ini disebabkan oleh struktur asam amino tertentu bernama L-Theanine yang menciptakan taste di matcha yang berkualitas baik. Kamu bisa melihat artikel selengkapnya disini (belum terbit). Itulah mengapa beberapa orang merasa kopi membuat mereka lebih cepat “melek”, sedangkan matcha terasa lebih halus walaupun tetap berkafein.

Jadi, ketika bertanya “mana yang lebih kuat?”, kita sebenarnya bisa membagi jawabannya menjadi dua:

Kalau bicara angka kafein:

Cappuccino double shot dan matcha latte 4.5 gram bisa mirip.

Kalau bicara sensasi:

Kopi sering terasa lebih cepat membuat kamu "melek", sedangkan matcha cenderung lebih smooth.

Kenapa Banyak Orang Salah Kira?

Ada beberapa alasan kenapa matcha sering dianggap lebih ringan:

1. Karena warnanya hijau dan terasa “sehat”

Secara visual, matcha memang memberi kesan lebih clean, lebih natural, dan lebih wellness-friendly. Akibatnya, orang sering otomatis mengira kafeinnya rendah.

2. Karena banyak produk matcha di pasaran berupa premix

Sebagian minuman “green tea” atau “matcha” yang dijual di pasaran sebenarnya lebih dominan gula, krimer, dan perisa. Rasa tehnya tipis, jadi orang tidak terlalu merasakan efek kafeinnya.

3. Karena ratio matcha sering dianggap sebelah mata

Perbedaan antara 1.5 gram, 2 gram, dan 4.5 gram itu besar. Semakin tinggi dosis matcha, semakin penting juga bicara soal kafeinnya.

Catatan dari Umatcha

Bagi kami, pertanyaan “matcha atau kopi lebih kuat?” tidak bisa dijawab hanya dengan melihat nama minumannya.

Yang lebih penting adalah melihat:

  • berapa gram matcha yang dipakai,

  • berapa shot espresso yang dipakai,

  • dan bagaimana minuman itu diracik.

Dalam konteks café, ini penting sekali.

Karena banyak orang mengira matcha latte otomatis lebih ringan daripada coffee latte. Padahal, kalau matchanya dipakai cukup serius—seperti 4.5 gram—hasilnya bisa berada di level kafein yang tidak main-main.

Kalau soal rasa, matcha bisa menawarkan spektrum yang secara total berbeda. Karena tidak melewati proses roasting, matcha memberikan rasa fresh, hingga sweet umami yang mungkin sulit ditemukan pada spektrum rasa kopi.

Namun, satu hal tetap perlu diingat:

Matcha tetap punya kafein yang lumayan.

Kalau kamu sensitif terhadap kafein, sebaiknya tetap perhatikan jam minum dan porsinya.

Kesimpulan

Banyak orang belum tahu bahwa matcha juga mengandung kafein.

Lalu ketika dibandingkan secara fair antara:

  • cappuccino double shot, dan

  • matcha latte Umatcha 4.5 gram + 130–140 gram susu,

hasilnya adalah:

kafein matcha latte bisa mendekati coffee, dan dalam banyak kasus berada di kisaran yang mirip.

Jadi, matcha bukan minuman tanpa kafein, dan tidak selalu lebih “ringan” daripada coffee.

Kalau pertanyaannya adalah “mana yang lebih kuat?”, jawaban paling jujurnya:

  • secara angka, keduanya bisa berdekatan

  • secara sensasi, coffee biasanya terasa lebih cepat, matcha lebih smooth

Mau Cari Matcha yang Enak tapi Tetap Jelas Karakternya?

Umatcha menyediakan berbagai pilihan matcha Jepang untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis, termasuk untuk menu latte dengan karakter rasa yang tetap terasa walaupun dicampur susu.

Kalau kamu sedang mencari matcha untuk café, menu matcha latte, atau research and development, tim Umatcha bisa bantu merekomendasikan produk yang paling cocok dengan target rasa dan resepmu.

Karena matcha yang bagus bukan hanya soal warna—tetapi soal hasil akhirnya di cup kamu.

Umatcha — Dari Jepang Sumpah.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah matcha ada kafeinnya?

Ya. Matcha mengandung kafein karena dibuat dari daun teh yang digiling sangat halus dan ikut dikonsumsi. Berbeda dengan kopi yang hanya hasil ekstraksinya yang dinikmati, matcha diminum 100% bersama dengan partikel padatan dari daun giling tersebut.

Mana yang lebih kuat, matcha atau coffee?

Tergantung perbandingannya. Dalam konteks cappuccino double shot vs matcha latte 4.5 gram, keduanya bisa berada di kisaran kafein yang mirip.

Apakah matcha lebih rendah kafein daripada coffee?

Tidak selalu. Kalau takaran matchanya cukup tinggi, kandungan kafeinnya bisa mendekati minuman kopi, atau bahkan melebihi. Semua tergantung ratio dan recipe.

Apakah matcha latte aman untuk yang sensitif kafein?

Tergantung sensitivitas masing-masing dan seberapa banyak matcha yang digunakan. Matcha latte tetap termasuk minuman berkafein. Berdasarkan pengalaman kami dan beberapa client Umatcha, malah beberapa orang yang tidak bisa meminum kopi, bisa minum matcha karena lebih tenang dan nyaman (tidak deg-degan).

Kenapa matcha terasa lebih smooth daripada coffee?

Banyak orang merasakan sensasi matcha lebih halus dan steady hal ini disebabkan oleh L-Theanine yang bisa menghambat efek kafein. Sedangkan coffee terasa lebih cepat dan tegas efek kafein-nya.